Kabun, 19 Juni 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta mendukung peningkatan capaian Rapor Pendidikan, SMK LPMD Kabun melaksanakan kegiatan Transformasi Teaching Factory (TeFa) yang menghadirkan narasumber kompeten dari Pekanbaru, Ibu Rika Okviana Tamar.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMK LPMD Kabun ini diikuti oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua program keahlian, guru produktif, guru normatif-adaptif, serta seluruh tim pengembang sekolah. Transformasi Teaching Factory menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam mewujudkan pembelajaran berbasis industri yang lebih efektif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Dalam sambutannya, Kepala SMK LPMD Kabun menyampaikan bahwa Teaching Factory bukan hanya sekadar program praktik pembelajaran, tetapi merupakan sebuah sistem pembelajaran yang mengintegrasikan standar industri ke dalam proses pendidikan di sekolah.
“Melalui transformasi Teaching Factory ini, kami berharap seluruh program keahlian dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, sekaligus menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan indikator-indikator pada Rapor Pendidikan sekolah,” ujarnya.
Pada sesi pemaparan materi, Ibu Rika Okviana Tamar menjelaskan bahwa transformasi Teaching Factory menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran dari yang sebelumnya berpusat pada teori menjadi pembelajaran berbasis proyek, produksi, layanan, dan pengalaman kerja nyata.
Menurut beliau, implementasi Teaching Factory yang baik harus melibatkan beberapa komponen penting, antara lain:
- Sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri.
- Penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.
- Pengelolaan unit produksi dan jasa sebagai laboratorium bisnis sekolah.
- Pembelajaran berbasis proyek riil yang menghasilkan produk atau layanan bernilai ekonomi.
- Penguatan budaya kerja industri di lingkungan sekolah.
- Evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas layanan dan hasil pembelajaran.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai strategi pemetaan kondisi sekolah, identifikasi potensi masing-masing program keahlian, serta penyusunan rencana aksi transformasi Teaching Factory yang dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari peserta terkait implementasi Teaching Factory pada program keahlian yang ada di SMK LPMD Kabun, seperti Agribisnis Tanaman Perkebunan, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, serta Teknik Sepeda Motor. Berbagai ide pengembangan unit usaha sekolah dan model pembelajaran berbasis produksi menjadi fokus pembahasan untuk mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih produktif.
Selain mendukung peningkatan kompetensi peserta didik, implementasi Teaching Factory juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap berbagai indikator dalam Rapor Pendidikan, seperti kualitas pembelajaran, relevansi pendidikan dengan dunia kerja, penguatan karakter peserta didik, serta peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Kegiatan Transformasi Teaching Factory ini menjadi momentum penting bagi SMK LPMD Kabun untuk terus berbenah dan berinovasi dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berkualitas. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan peningkatan mutu berkelanjutan, SMK LPMD Kabun berkomitmen menjadi sekolah vokasi yang mampu menghasilkan lulusan unggul, kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.
Melalui kegiatan ini, seluruh warga sekolah diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya Teaching Factory sebagai salah satu pilar utama penguatan pendidikan vokasi. Transformasi yang dilakukan hari ini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan visi SMK LPMD Kabun sebagai pusat pendidikan kejuruan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan tantangan masa depan.




